katak dan Monyet (paccolo To Beroppa)

Hallo..
Jumpa lagi sobat di halaman ini..
Rindu juga sobat mau berbagi cerita menarik lo..cerita saya ini pasti bisa menghibur hari-hari kamu.
Saat ini saya mau mengangkat suatu tradisi cerita dongeng pengajaran To Beroppa kepada anak cucunya secara turun temurun.
Melalui cerita leluhur seperti ini, pembentukan skil dan minat anak-anak untuk belajar mulai terbentuk.
Karena zaman dulu sobat (zaman batu), nenek moyang To Beroppa (bagian erat dengan To Rongkong), belum mengetahui namanya tradisi tuisan dan baca. Namun, mereka tidak sedikit mengabaikan sistem pembelajaran.
Nah, sistem pembelajaran yang diterapkan adalah dengan cara bercerita dongeng kepada anak cucu mereka. Hasilnya pun berdampak baik. Buktinya, banyak tua-tua yang masih kuat daya ingatannya dan fasi dalam bercerita lekas seorang terdidik bicara.

Penasaran ya sobat. Lirik cerita To Beroppa di sini yang saya angkat cuma satu saja. Tujuannya supaya sobat tidak cepat bosan.

Ikuti ya...?

Cerita seekor katak dan seekor monyet (paccolo danalm bahasa setempat)

Pada suatu kali, si monyet dan katak bertemu di pinggir sungai
den mesak allo, sitammu te seba sola pollappa' dio biring salu

Pada saat katak sedang duduk di pinggir sungai, datang si monyet menyapanya
iatonna misu'mo te Pollappa' dio biring salue, ratumi te Seba ungkutanai i

Monyet: kalau saya perhatikan, kamu sedang menunggu sesuatu, lalu apa yang kamu sedang   tunggu itu katak?
    iangku tiro-tiroko, bi den apa mukampai te e, aparaka tu mukampai Pollappa'?
 Katak: o, kebetulan saya sedang menunggu batang pisang dari hulu Monyet!
      o io, ungkamppaina batang punti lammai ulunna salu Seba!
Tidak lama kemudian, kelihatanlah batang pisang dari hulu sungai di dalam air.
Katak: monyet, tunggu di sini dan bantu angkat saat di pinggir nanti.
Monyet memandang sambil bingung melihat katak sedang melompat ke dalam air sungai menjemput batang pisang tersebut.
Sesampai di pinggir, Monyet membantunya mengangkat ke daratan.
Monyet: untuk apa batang pisang ini Katak?
Katak: untuk di tanam. kita akan bertanding menanam satu batang pisang ini.
Monyet: bagaimana caranya? batang pisang hanya satu!
Katak: kita akan bagi dua, kamu dibagian mana?
Monyet: dengan hati yang gembira karena mendapat kewenangan memilih, saya bagian pucuknya (perkiraan si monyet akan cepat berbuah karena sudah punya daun).
Digailah sebatang pohon pisang itu,masing-masing mengambilnya dan menanamnya berdekatan.
Setelah usia satu minggu, apa yang terjadi?
Milik monyet mulai melayu, sedangkan milik katak mulai mengeluarkan daun...
Gimana selanjutnya? saya rehat dulu sobat, so perut ini mulai mengamuk juga alias lapar.

Sabar dulu yaa ...ceritanya saya akan lanjutkan setelah ini...

Popular posts from this blog

MARINA365.NET AGEN CASINO ONLINE, JUDI CASINO, CASINO ONLINE TERBAIK

CENDANAGAMING.COM AGEN BOLA, AGEN CASINO,AGEN JUDI ONLINE, SITUS JUDI ONLINE TERBAIK DAN TERPERCAYA”

BANDARQQ365.COM SITUS BANDARQ, BANDAR POKER, DOMINOQQ, ADU Q, POKER ONLINE, SAKONG ONLINE TERPERCAYA